Kamis, 26 Juli 2012

Cerita Malem2


Yachh, so tired thz day.
I dunno mau nulis apa. Mungkin mau sedikit cerita aja kali ya. Cuma di sini, di blog ini aku bisa nuangin semuanya. Ngga peduli apa, aku cuma ingin sedikit meringankan beban. Dari kelelahan, yang aku alami. B’cz I know tht no one can read anothers mind, cannt feel anothers feeling. Semakin aku berharap pengertian, semakin sakit karena aku cerita tapi ngga ada yang bisa ngerti.

What a pity.

Aku ngga tau kapan aku bisa berubah, bisa sedikit memikirkan perasaan sendiri tanpa mempertimbangkan ini itu yang dirasain orang lain. Mungkin anda tidak tau bagaimana saya memikirkan perasaan anda tanpa mempedulikan perasaan saya. Tapi kamu tetap enggan untuk menatap, pura2 tidak terjadi apa-apa, diam dan bahkan kamu nggak tau aku disini menangis. WTH!

Aku malas untuk meratapi hidup, aku hanya berusaha senyum walaupun kau tau? Ini sangat berat. Nggak peduli apa, aku nulis ini sambil nangis. Cuman, plis jangan buat ini lebih susah. Hanya, jangan bikin aku sedih. Udah itu aja.

Aku juga ingin punya cerita seperti mereka. Bahagia dengan pasangannya. Bahagia dengan keluarganya. Tak peduli berapa kali aku berpikir, tak peduli berapa kali aku memejamkan mata, semua ini tetap sama dan aku masih nggak bisa berbuat apa2. Aku tau, aku sangat sadar bahwa bukan aku yang paling menderita di dunia ini. Tapi, ijinkanlah aku sejenak menangis, sebentar saja mengeluh, tak peduli siapa yang mengerti, aku hanya ingin menangis.

Yachh, sayang, aku baru menyadari bahwa hati kamu seperti tisu yang mudah sobek. Aku sangat membutuhkan ekstra tenaga untuk menjaganya. Hanya, mengertilah karena aku begitu berusaha keras menjagamu. Tanpa kau tau, semua yang menyangkut kamu, perasaanku adalah yang nomor sekian dibanding perasaanmu. Karena begitu nggak mudah bertahan sama kamu, mengertilah, jangan buat semuanya semakin sulit. Aku hanya nggak punya siapapun untuk ‘berbagi’. Jadi mengertilah, karena aku bukan seperti mereka yang sangat kuat. Jadi mengertilah karena aku wanita yang mudah terluka hatinya.

0 komentar:

Posting Komentar